Pati,Progam Studi Teknik Informatika Universitas Safin Pati (USP) menggelar Webiner Nasional dengan tema “Mulai Membangun Karir dengan Bisnis Startup”, Selasa (11/7/2023. Kegiatan ini untuk mendorong munculnya starup di perguruan tinggi. Sabagai narasumber Yudho Yudhanto, dosen Teknik Informatika Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo sekaligus founder starup BIPTEX.COM dan dosen USP M.Sholikin.
Yudho menjelaskan, bisnis starup saat ini mengarahnya kepada gen-z, termasuk teman-teman mahasiswa saat ini. Gen-z memiliki karakter melek teknologi, kreatif, menerima perbedaan, peduli terhadap sesama, senang berkespresi..
“Mereka memiliki kreatifitas tanpa batas. Bahasa inggrisnya bagus, temannya tidak hanya se-Indonesia tapi bisa dari luar negeri seperti Korea, Rusia dan Amerika dan realtime karena ada teknologi yang memfasilitasi,” jelas Yudho.
“Sifat-sifat seperti ini sangat mendukung Ketika teman-teman (mahasiswa) ingin mendirikan startup. Sudah ada modal (karakter) yang bagus tinggal mau apa tidak. Semoga di kampus USP nantinya akan bermunculan startup” ungkap founder BIPTEX.COM
Yudho melanjutkan, bahwa gen-z sangat senang berekspresi. Misalkan Ketika mencari anak mahasiswa, anak SMA atau SMP mereka di facebook, maka dipastikan kesulitan menemukan dan salah tempat. Mereka adanya di Instagram atau tik-tok. Atau yang terbaru Threat yang merupakan lawannya Twitter.
“Kelemahan dari gen-z merasa kurang atau minder Ketika kurang update (kudet), mudah mengeluh atau cemas . Tapi mereka mampu mengatur keseimbangan hidup melalui kegiatan seperti healing,”imbuhnya.
Diakui Yudho, saat kondisi covid sejumlah startup banyak yang mengalami gulung tikar atau tutup seperti JD.ID, Elevania, Airy Rooms, Beres.id dll. Secara networking dan duit mereka tidak kurang tetap bisa gagal.
“Saya sampaikan ini bukan berarti mengecilkan untuk membuat startup. Bukan seperti itu. Di startup itu ada kondisi uncertainty (ketidakpastian). Biasanya pelaku bisnis sedang menyiapkan produk atau bisnis lain,” jelasnya.
Sementara itu, dosen Teknik Informatika M. Sholihin menyampaikan soal mitos bisnis amoral yaitu bisnis tidak ada sangkut pautnya dengan moral sebagaimana teori yang disampaikan ilmuwan dari Inggris Richard T De Doerge.
“Bisnis adalah bisnis jangan dicampuradukan dengan etika. Antara bisnis dan etika sebagai suatu hal yang terpisah satu sama lainnya
Sholikin menjelaskan diskripsi bisnis yaitu segala aktivitas yang bertujuan untuk mendapat keuntungan sebesar-besarnya. Sebagaima permainan judi yaitu menghalalkan segala cara sebagai mitos bisnis amoral.
“Dari istilah mitos amoral muncul argumen bisnis adalah bentuk persaingan sehingga mengutamakan kepentingan pribadi,” ucapnya.
“Kesimpulannya bahwa baik tidaknya bisnis bukan ditentukan oleh sejauhmana kegiatan bisnis dijalankan secara pantas atau tidak pantas menurut kaidah moral. Melainkan aturan atau kebiasan yang dipraktekkan dalam dunia bisnis,” imbuh Sholihin.
Kegiatan Webiner Nasional diikuti sekitar 52 peserta dari mulai civitas akademika USP dan masyarakat umum. Kegiatan dibuka langsung oleh rektor Universitas Safin Pati Dr. Murtono, M.Pd. (Humas USP)